Skip to content
January 17, 2010 / zulkifliskom

BERKOMUNIKASILAH, JANGAN SOK TIDAK PEDULI

Komunikasi adalah penentu dalam kehidupan bermasyarakat, ide yang biasa-biasa saja jika dikomunikasikan dengan baik dan benar akan menjelma menjadi ide yang mampu memikat banyak orang.  Kehebatan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain juga sangat di tentukan oleh bagaimana dia berkomunikasi. Bahkan ketika kita mampu berkomunikasi dengan baik maka akan memudahkan urusan kita dalam kehidupan sosila masyarakat.

Inilah adalah kisah nyata yang aku alami bagaimana kemudian komunikasi itu bisa menjelma menjadi magnet yang mampu menjadi penolong disaat kesusahan.

Pertengahan september 2009 sebelum keberangkatan ke Netherland, aku melakukan perjalannan ke jakarta tepatnya ke Dirjen Pendidikan Tinggi untuk mengantarkan pasport. Sepulang dari sana langsung berangkat ke Bandung. Untuk mengejar jadwal keberangkatan kerreta api jam 1 aku harus memutuskan untuk naik taksi. Sampai di stasiun gambir, aku melihat argo yang menunjukan angka tiga puluh ribu rupiah, melihat itu aku langsung berpikir “ko mahal banget ya ongkos taksi padahal jarak senayan ke gambir itu tidak terlalu jauh”  tp tidak apalah sekalian membantu sopir taksi yang mungkin keluarganya di rumah juga sangat membutuhkan uang. Sampai disana aku tidak langsung melakukan resrvasi tiket kereta karena jadwal keberangkatan selanjutnya jam 5.30 WIB oleh karena itu aku langsung menuju food court untuk makan siang sekaligus mengisi kekosongan waktu. Aneh memang pada saat itu aku belum merasa lapar, akan tetapi ada suatu hal yang kemudian menarik ku untuk segera makan siang. Aku langsung menuju food cout dan tentunya aku memilih masakan padang sebagai the first choice karena sudah lama meninggalkan kampung halaman jadi rindu dengan masakan padang. Ternyata benar aku bertemu dengan seorang sosok bapa-bapak, rambutnya sudah mulai beruban tetapi tubuhnya masih kekar dan keliatan seperti orang yang masih bujangan yang sedang makan tepat di depan aku. Pertama kali duduk di sana aku masih belum memulai pembicaraan sehingga bapak itu bertanya “dari mana asalnya” aku menjawab “dari padang pak” spontan saja bapak itu menjawab dengan nada yang bersemangat “ooo awak sakampuang (kita satu daerah)”. Aku mulai bercerita tentang kehidupanku selama berada di padang sampai mendapatkan kehormatan untuk mewakili pimpinan BEM tingkat universitas ke Belanda dan bapak itu juga bercerita panjang lebat tentang kehebatan budaya minang. Dimulai dari pembicaraan dari mana asal tersebut sampai akhirnya tak terasa waktu berlalu sampai jam empat sore. Aku langsung bilang ke bapak itu “pak saya belum membeli tiket jadi harus berangkat sekarang” di jawab “oh ya barengan aja kesana bapak juga mau berangkat ke cirebon” , “ya” pak jawab ku. Kami berdiri, dan hal yang diluar dugaanku adalah semua makan dan minum yang aku makan langsung di bayar sama dia. Tidak hanya sampai disana ketika aku melakukan reservasi tiket aku juga dikasih sejumlah uang untuk membeli tiket kereta api Eksekutif padahal biasanya aku hanya naik kereta api class Bussiness. Sebelum naik kereta api aku langsung berpelukan sama dia seperti layaknya anak yang mau berpisah dengan orangtuanya. Aku naik kereta dan kita berpisah satu sama lain.

Dari apa yang dialami pada hari itu aku banyak sekali mengambil makna dari komunikasi, dimana sosok orang yang sebelummnya tidak pernah aku kenal dan tidak pernah terlintas di pikiran menjelma menjadi orang yang banyak membantu. Jujur pada waktu itu kondisi keuanganku sedang pas-pasan karena habis untuk pembuatan pasport. Akan tetapi tidak begitu bagi allah karena allah telah katakan dalam alquran “dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan”.ya itulah yang aku alami disaat kondisi keuangan menipis ada saja orang yang dikirim allah untuk memberikan pertolongan.

Kepada rekan-rekanku berkomunikasilah kepada semua orang, jangan sampai kita sombong sehingga menganggap bahwa orang lebih rendah dari pada kita. Dan karena kearoganan kita membuat kita berpikiran orang lain lah yang harus memulai pembicaraan. Kita itu semuanya adalah sama, kemudian kalaupun ada perbedaan status sosial itu hanyalah sebagai sebuah jabatan yang tidak akan kekal selamanya. Setiap orang itu pasti ada manfaat bagi kita. Walaupun kita tidak akan pernah tau kapan mereka akan bermanfaat bagi kita. Selama kita hidup dalam kehidupan sosial pasti membutuhkan orang lain. Jadi tidak ada atinya sombong dan merasa hebat karena diatas langit itu pasti ada langit.

Jika anda bisa mengkomunikasikan masalah yang sedang dihadapi kepada teman,orang dekat,dan lain-lain, niscaya ada banyak orang yang kemudian bisa membantu anda karena ada banyak kepala yang akan memikirkan solusi. Selama ini kenapa orang lain tidak mau membantu kita karena mereka tidak paham apa yang kita alami sehingga tidak berbuat apa-apa bagi anda.

Silahkanlah berkomunikasi…..

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.