Skip to content
January 22, 2010 / zulkifliskom

Seberkas Catatan selama Kuliah Kerja Nyata (KKN)

Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya Dimana bumi di injak disana langit di jujung Berbeda dengan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) sebelumnya, tahun ini UPI meluncurkan satu program baru untuk pengabdian kepada masyarakat yaitu KKN berbasis sekolah. Pada program KKN ini mahasiswa di tuntut untuk merancang berbagai macam program yang kemudian bisa menunjang kinerja sekolah. Baik dari segi guru, siswa maupun dari sarana dan prasarana yang menjadikan sekolah mencapai prestasi yang bagus. Pada tanggal 22 Agustus 2009 adalah hari pertama ke sekolah dasar negri sarijadi 3 yang terletak di blok 17 kelurahan sarijadi kecamatan sukasari. Akan tetapi pada hari itu saya tidak bisa hadir karena bertepatan dengan acara kunjungan BEM REMA UPI ke kampus daerah serang Banten dan Purwakarta maka saya selaku ketua kelompok menyerahkan mandat kepada dua orang staff untuk datang kesekolah guna membicarakan program lebih lanjut dengan pihak sekolah. Minggu pertama selama masa KKN saya disibukan dengan penataan perpustakaan. Pada awal KKN di SDN sari jadi 3 belum ada perpustakaan untuk siswa, maka kami merancang program pemberdayaan perpustakaan dan kegiatan ini kami mulai dari sebuah ruangan kosong yang terdapat di ujung deretan kelas. Pekerjaan pertama yang kami lakukan adalah membersihkan ruangan yang sangat berdebu sampai pada finishing touch yaitu labeling buku yang jumlahnya mecapai empat ratusan. Untuk pengadaan buku perpustakaan ini SDN sari jadi 3 mendapat bantuan dari pemerintah provinsi sejumlah buku sehingga kami yang awalnya berencana akan melakukan pengadaan terhadap buku tidak jadi melaksanakannya. Hal ini di dorong oleh keterbatasan sumber daya manusia, keuangan dan juga untuk sekolah dasar selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi. Di sela-sela penataan perpustakaan kami juga melaksanakan program rutin yaitunya pemantapan bacaan Quran bagi siswa. Ketika pertama kali masuk ke Kelas 6 saya sungguh sangat prihatin dengan kondisi bacaan qur’an mereka dimana masih banyak dari siswa kelas 6 yang baru bisa baca Iqro. Hannya sebahagian kecil yang bisa baca quran. Dengan kondisi seperti ini kami memfokuskan pada pemantapan bacaan qur’an kepada seluruh siswa selama kami melaksanakan KKN di SD ini. Program bimbingan belajar alhamdulillah juga terealisasi dengan baik, saya memegang mata pelajaran bahasa inggris. Ketika pertama kali masuk ke kelas sempat ada ras gugup karena baru pertama kali berhadapan dengan siswa sd yang notabenenya penuh dengan dunia bermain, akan tetapi alhamdulillah berkat usaha yang sungguh-sungguh dan semangat selalu ingin sukses dimanapun berada. akhirnya saya bisa menarik simpati siswa. Apa yang saya bayangkan di awal KKN seperti siswa yang sulit di kondisikan, ribut, dll alhamdulillah tidak terjadi. Ini adalah pengalaman pertama saya masuk ke kelas untuk mulai mengajar mata pelajaran dan saya tidak akan pernah melupakannya. Minggu pertama selama KKN saya juga berkesempatan menggantikan guru agama islam untuk menyampaikan Kuliah Tujuh Menit pada setiap hari Jum’at yang pada waktu itu beliau sedang sakit. Awalnya sangat bingung bahan apa yang mau disampaikan kepada siswa sd, bingunggnya bukan karena tidak bisa, bahkan selama ini berpidato di depan ribuan orang saya sanggup Cuma ini masalahnya objek penerimanya adalah siswa sd sehingga saya juga cukup kesulitan untuk mencari tema dan cara yang tepat untuk penyampaian. Dulu ketika di sekolah menengah atas saya sering ikut perlombaan pidato se-kabupaten dan perlombaan terakhir yang saya ikuti ketika waktu itu adalah MTQ Nasional cabang khutbah jum’at tingkat kabupaten. Kejuaraan ini saya ikuti sebanyak dua kali pertama ketika masih duduk di kelas 1 dan yang terakhir ketika kelas 3 SMA. Di kejuaraan terakhir ini saya baru bisa mendapatkan juara 2. Makanya alhamdulilah saya sudah terbiasa dengang ceramah, pidato, dll. Namun ketika berhadapan dengan siswa sd saya cukup kebingungan. Minggu kedua dan saya mengajar ekstrakurikuler, kegiatan ini dilaksanakan pada akhir pekan. Kegiatan ini hannya berlangsung selama 2 kali disebabkan adanya kegiatan dadakan sekolah untuk memutar film Laskar pelangi. Akan tetapi saya cukup bisa memberikan pelajaran berupa dasa darma untuk pramuka dan baris berbaris. Kegiatan 17 agustus kami rancang secara kolektif dimana seluruh sd yang ada di sukasari mengikuti Lomba cerdas cermat. Pada acara ini saya berkesempatan menggantikan ketua KKN memberikan kata sambutan karena beliau berhalangan hadir. Pesantren kilat ramadhan adalah sebuah keniscayaan yang mesti kami laksanakan di sekolah ini. Saya mengajar materi akidah, saya mengambil materi ini karena dahulu ketika masih duduk di bangku sekolah menengah atas saya sering diskusi dan membaca buku tentang tauhid. Saya pikir ini adalah dasar bagi semuanya. Hari pertama masuk untuk materi akidah lumayan susah karena kelas empat, lima dan enam di kelompokan di dalam 1 kelompok besar sehingga mebuat kelas menjadi ribut, kacau, dan tidak terkndali. Tapi berkat adanya permainan sederhana seluruh siswa bisa di kondisikan dan bisa melanjutkan ke materi. Saya hannya menyampaikan kepada anak-anak bahwa sesungguhnya akidah itu adalah dasar dari segalanya. Ibarat sebuah bangunan maka akidah itu adalah dasarnya atau pondasinya. Perintah yang pertama yang di emban oleh nabi Muhammad ketika berda’wah di mekah adalah perintah mengesakan Allah swt atau tauhid. Perintah shalat itu baru turun beberapa tahun kenabian. Saya tidak mau menekankan kepada anak-anak materi yang cukup berat karena saya sesuaikan dengan pemahaman anak-anak. Hari selanjutnya saya tidak datang ke sekolah di karenakan adanya aktivitas ujian akademik di jurusan sampai jam 12.00 sehingga saya tidak punya cukup waktu untuk datang kesekolah. Hari berikutnya saya mengajar di kelas tiga. Dibandingnkan dengan empat, lima dan enam mengajar kelas tiga jauh lebih susah yang di sebabkan oleh karena mereka masih terlalu dini untuk mendapatkan materi. Setelah melaksanakan kegiatan pesantren kilat dan setelah di tutup secara resmi. Sore harinya kami melaksanakan permainan dengan seluruh siswa sd dimana ada 5 kategori permainan : 1. Traffic jam 2. Limbah bercun 3. Sibuta, situli, dan sibisu 4. Touch name Selama permainan anak-anak sangat antusias karena di samping permainannya membutuhkan kosentrasi juga banyak hal yang lucu yang bisa jadi bahan ketawaan. Magribnya kita melaksanakan buka bersama denga pihak sekolah yang hadir pada waktu itu seluruh jajaran guru, dan anak kelas empat- sampai kelas enam. Buka bersama di awali dengan tausiah yang di sampaikan oleh suami guru kepala sekolah. Setelah itu kita shalat berjamaah dan dilanjutkan dengan makan di ruangan majlis guru. Dengan berakhirnya buka bersama juga menandakan telah selesainya kami melaksanakan kegiatan kuliah kerja nyata di sekolah dasar sarijadi tiga. Hal yang paling berkesan selama melaksanakan KKN adalah saya menemukan tantangan baru di luar dunia yang saya arungi sehari-hari. Kalau di kampus saya berhadapan dengan mahasiswa dengan berbagai macam retorika dan dinamikanya. Sedangkan di sekolah saya bertemu dengan anak-anak kecil yang butuh sekali bimbingan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sesungguhnya masa kecil itu adalah masa emas yang harus di optimalkan dengan baik sehingga mereka menjadi generasi terbaik yang mampu memberikan kontribusi di negeri ini. Gurauan dan candaan teman sekelompok adalah hal yang selalu menghiasi kelompok yang saya pimpin. Hampir setiap hari ada hal yang di jadikan topic baru pembicaraan. Sebenarnya kalalu seandainya di suruh memilih untuk penempatan KKN maka saya lebih memilih tempat terpencil yang jauh dari majunya teknologi negeri ini. Saya menyadari mereka yang terpecil lebih membutuhkan kita mahasiswa dari pada masyarakat kota yang sudah padat informasi. Akan tetapi karena aktivitas di BEM REMA UPI maka saya memiliki inisiatif untuk mengajukan kepada LPPM untuk mengambil tempat yang dekat supaya KKN nya OK dan Organisasinya juga Yes. Mudahan di dunia nyata nanti saya mampu memberikan yang terbaik buat negri Indonesia tercinta ini. Hal yang kurang adalah ketiadaan pembimbing yang datang langsung kesekolah sehingga membuat saya juga merasa KKN nya kurang terasa formal Karena guru-guru menanyakan. Kedepannya mudah-mudahan KKN bisa lebih baik yang tidak hannya sebuah formalitas tanpa ada evaluasi.

Advertisement

One Comment

Leave a Comment
  1. mohammad maulana / Jun 28 2010 4:28 am

    kkn… oh kkn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.